Ket. Gambar: Pernyataan Sikap Ketua PC IPNU IPPNU Ponorogo (MCPNU Ponorogo)
Kota, MCPNU Ponorogo
Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun 2025 merupakan kenyataan pahit yang tidak bisa diabaikan. Berdasarkan data Polres Ponorogo, tercatat 106 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dengan pelajar menjadi kelompok yang paling rentan terlibat, sebagaimana dikutip dari Radar Madiun. Angka ini bukan sekadar data statistik, melainkan cermin dari lemahnya perlindungan keselamatan bagi generasi muda. Dalam hal ini, Ketua PC IPNU Ponorogo, Muzakki Rhenaldi Habibina dan Ketua PC IPPNU Ponorogo, Afafa Rahmawati, menegaskan pernyataan sikap sebagai wujud kepedulian pelajar pada Senin (05/01/2026).
Fenomena tingginya kecelakaan yang melibatkan pelajar menunjukkan bahwa jalan raya belum menjadi ruang yang aman bagi penggunanya. Maraknya pelajar di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor, minimnya kesadaran berlalu lintas, serta lemahnya pengawasan dari lingkungan terdekat menjadi persoalan serius yang harus dihadapi bersama.
Ketua PC IPNU Ponorogo, Muzakki Rhenaldi Habibina menyampaikan perlu adanya sinergi bersama dalam mewujudkan ruang aman dengan tertib berlalu lintas.
PC IPNU dan IPPNU Ponorogo memandang bahwa kondisi ini tidak boleh terus dinormalisasi. Keselamatan pelajar adalah tanggung jawab kolektif yang menuntut peran aktif semua pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga pemerintah daerah. Atas dasar keprihatinan tersebut, PC IPNU & IPPNU Ponorogo menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas
tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun
2025 yang telah merenggut 106 korban jiwa, dengan pelajar sebagai kelompok
paling rentan.
2. Menegaskan bahwa keselamatan pelajar merupakan prioritas
utama, serta menilai bahwa kondisi jalan raya saat ini belum sepenuhnya aman
bagi pelajar.
3. Mengkritisi keras praktik pembiaran pelajar di bawah umur
mengendarai kendaraan bermotor, yang menjadi salah satu faktor utama
meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.
4. Mendorong peran aktif dan sinergi orang tua, sekolah,
serta pemerintah daerah dalam pengawasan, pembinaan, dan edukasi tertib berlalu
lintas secara berkelanjutan.
5. Menyatakan komitmen PC IPNU & IPPNU Ponorogo untuk
terus melakukan edukasi, kampanye keselamatan berlalu lintas, serta membangun
kesadaran pelajar agar lebih bertanggung jawab dalam berlalu lintas.
PC IPNU IPPNU Ponorogo percaya bahwa dengan menjaga
keselamatan pelajar berarti menjaga generasi masa depan bumi Ponorogo. Sudah saatnya semua
pihak berhenti menutup mata dan mulai mengambil langkah nyata agar jalan raya
tidak lagi menjadi tempat hilangnya nyawa generasi muda.

0 Komentar