Usung Motif Merak, IPPNU Ponorogo Gelar Launching Hijab Niskala yang Sarat Makna

 

Kota, MCPNU Ponorogo

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan launching hijab pelajar Ponorogo yang dirangkai dalam sesi Pelantikan PC IPNU dan IPPNU Ponorogo. Acara ini berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo pada Sabtu (25/04/2026).

Ketua PC IPPNU Ponorogo, Afafa Rahmawati, menyampaikan launching hijab ini turut mengawali masa kepengurusan baru yang menjadi citra diri dari Pelajar Ponorogo.

“Hijab ini adalah sebuah karya dari kader IPPNU Ponorogo yang didesain dan diciptakan bukan hanya sebuah identitas atau simbol saja, tapi sebagai bentuk cinta, bangga, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan yaitu Reog Ponorogo, Hijab ini tidak sekadar menjadi produk busana, tetapi simbol persatuan, media syiar, dan representasi nilai-nilai pelajar putri NU yang religius, berbudaya, dan berdaya,” katanya.

Lebih lanjut, Afafa menegaskan bahwa hijab ini tidak hanya dirancang dari segi kenyamanan saat dipakai, namun tetap memperhatikan sisi estetika dan filosofis dalam setiap elemennya.

“Hijab ini memiliki beberapa desain dan motif yang sarat akan makna. Kesenian reog sebagai pusat perhatian memberikan makna bahwa sebagai kader harus tampil percaya diri, mampu berinovasi dan berkreasi dengan menciptakan berbagai ide,” ungkapnya.

Afafa menerangkan filosofi nama hijab “Niskala” yang baru diresmikan melambangkan bahwa pelajar perempuan dalam IPPNU harus memiliki kekuatan batin, nilai keilmuan, dan akhlak yang mungkin tidak selalu tampak, namun memberi pengaruh besar bagi lingkungan.

Melalui nama Niskala, hijab ini menjadi simbol keanggunan, nilai spiritual, dan identitas pelajar putri NU yang berpadu dengan kearifan budaya Ponorogo. Kata Niskala berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti sesuatu yang tidak terlihat namun memiliki kekuatan, nilai, dan makna yang nyata dalam kehidupan,” jelasnya.

Ket. Foto: Desain Hijab Niskala (Rekanita Aprilia Etika Wardani)

Pada kesempatan ini, Afafa menyampaikan filosofi dari hijab Niskala yang tersusun atas motif merak etnik (peacock ethnic), bunga salur, dan bingkai ornamen sebagai wujud keteraturan organisasi. IPPNU sebagai organisasi pelajar tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan kaderisasi, tetapi juga memiliki peran menjaga nilai budaya dan kearifan lokal.

“Pertama, motif merak dimaknai kader IPPNU tidak hanya tampil anggun sebagai pelajar perempuan, tetapi memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam berkontribusi di masyarakat. Pola yang tersusun berulang menunjukkan kader IPPNU bagian dari jaringan besar yang saling terhubung dan menguatkan dalam perjuangan organisasi. Kedua, ornamen bunga salur yang menghiasi bagian garis luar hijab menggambarkan pertumbuhan dan kesinambungan ilmu, kepemimpinan, dan pengabdian. Ketiga, bingkai ornamen melambangkan organisasi yang terstruktur dan tertata terhadap aturan, nilai, dan prinsip organisasi,” terangnya.

Afafa melanjutkan desain hijab ini dipertegas dengan simbol organisasi yang menjadi satu kesatuan mulai dari tulisan IPPNU, logo segitiga di setiap sudutnya, hingga warna hijau emas sebagai cerminan karakter kader.

“Tulisan berulang "Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” sebagai simbol kaderisasi berkelanjutan. Logo segitiga di setiap sudut menggambarkan nilai-nilai IPPNU menyebar ke segala penjuru arah, tidak hanya pada lingkup organisasi tetapi ke masyarakat luas. Warna hijau melambangkan nilai keislaman, kesejukan, dan keberkahan yakni kader pelajar NU yang menjunjung nilai Ahlussunnah wal Jamaah, moderasi, dan kebangsaan. Bingkai luar memberikan kesan kokoh yang dimaknai IPPNU menjadi ruang aman pelajar perempuan untuk berkembang. Perpaduan warna emas melambangkan kejayaan, harapan masa depan, dan kualitas kader yang unggul,” imbuhnya.

Ia berharap produk ini menjadi langkah awal bagi Pelajar Ponorogo untuk menumbuhkan inovasi usaha lainnya. Selain itu, Afafa berharap produk ini dapat dikenal oleh kalangan luas dari berbagai daerah.

“Produk ini sebagai bentuk ikhtiar kemandirian organisasi melalui pengembangan lembaga ekonomi IPPNU Ponorogo. Semoga langkah kecil yang lahir dari IPPNU mampu mewujudkan peluang kewirausahaan yang bisa memberdayakan pelajar di masyarakat. Harapannya hijab ini tidak hanya dipakai di wilayah Ponorogo saja, namun bisa sampai ke wilayah lain bahkan mendunia sebagai pengikat semangat kebersamaan dan branding islami dalam balutan seni,” pungkasnya.


Penulis: Nadin Firdausy

 

 

Posting Komentar

0 Komentar