Ngrayun, MCPNU Ponorogo
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ngrayun menggelar Talkshow Pelajar bertema 'Muda Berencana, Tuntaskan Hak Belajar, Lindungi Hak Sehat'. Kegiatan ini dipusatkan di Balai Desa Kecamatan Ngrayun, pada Sabtu (11/07/2026). Agenda yang diikuti oleh ratusan pelajar ini ditujukan memperkuat karakter, wawasan pendidikan, serta kepemimpinan generasi muda.
Acara dihadiri oleh Kepala Desa Ngrayun, Ketua Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Ngrayun Kiai Katmujianto, Kiai Toha selaku Mustasyar MWCNU Kecamatan Ngrayun, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngrayun, Ketua PAC ISNU Kecamatan Ngrayun, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat. Acara ini menghadirkan dua narasumber terkait pernikahan dini dan pendidikan yaitu Yaya Sulthon Azis, akademisi Akafarma Sunan Giri Ponorogo yang memiliki kepakaran di bidang farmasi dan kesehatan, dan Azizah Intan K. N.
Dalam sambutannya Kepala Desa
Ngrayun, AE Theodoros M. mengajak para pelajar agar tetap menjaga identitas budaya di tengah
pesatnya perkembangan zaman.
"Ojo nganti ilang
jawane. Wong Jowo kudu tetep nduweni unggah-ungguh, tata krama, lan tresna
marang budaya lan desane. Kemajuan teknologi kudu dadi sarana kanggo mbangun
Ngrayun, dudu kanggo ninggalake jati diri," katanya.
Sementara itu,
Ketua Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Ngrayun, Kiai Katmujianto, menyampaikan
apresiasi atas semangat kader IPNU dan IPPNU yang terus aktif menjadi wadah
pembinaan pelajar Nahdlatul Ulama.
"IPNU lan IPPNU niki luar biasa. Masa depan Ngrayun lan
Indonesia saiki ana ing pundake para pemuda lan pemudi. Mula kader IPNU lan
IPPNU kudu terus sinau, berjuang, lan ngabdi kanggo agama, bangsa, lan
negara," ungkapnya.
Ia menegaskan
bahwa IPNU dan IPPNU menjadi garda terdepan dalam menjaga ajaran Ahlussunnah
wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah tantangan era global. Kader NU diharapkan
tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang),
tasamuh (toleran), dan i'tidal (adil serta tegak lurus) sebagai pedoman dalam
kehidupan bermasyarakat.
Kiai Katmujianto berpesan pula agar para pelajar semakin bijak dalam memanfaatkan media sosial serta selektif terhadap informasi yang kian masif.
"Gunakake media sosial kanggo nyebar ilmu, dakwah, prestasi,
lan kabecikan. Aja gampang percaya hoaks, aja nyebar fitnah, lan aja nganti
media sosial dadi sarana kanggo memecah persatuan. Tampilna akhlak warga NU lan
ayo bebarengan nggawa Ngrayun dadi luwih maju lan luwih apik," pungkasnya.
PAC IPNU IPPNU
Kecamatan Ngrayun berharap melalui kegiatan ini lahir generasi pelajar yang
cerdas, berakhlak mulia, berjiwa kepemimpinan, serta siap menjadi penerus
perjuangan Nahdlatul Ulama dalam membangun Kecamatan Ngrayun khususnya dan
Indonesia pada umumnya.
Editor: Erick Reza
0 Komentar