Penuh Khidmat, Pelajar NU Badegan Gelar Istighosah bersama Santri Madin Nurul Fata

 

Ket. Foto: Dokumentasi Bersama Usai Acara (MCPNU Badegan)

Badegan, MCPNU Ponorogo

Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Watubonang, Kecamatan Badegan menggelar Majelis Dzikir dan Istighosah yang bertempat di Masjid Nurul Fikri pada Ahad (08/11/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan tradisi amaliyah NU serta mempersiapkan generasi penerus estafet organisasi IPNU IPPNU sejak dini.

Acara ini diikuti oleh 30 santri Madrasah Diniyah Nurul Fata dan didampingi oleh tenaga pendidik serta pengurus Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Badegan. Momen ini merupakan bentuk ikhtiar untuk memberikan informasi terkait organisasi IPNU-IPPNU dan menjaring anggota di wilayah Desa Watubonang.

Ketua PR IPNU Watubonang, Al Maulana Risqi Mustofa menuturkan selain berfokus pada acara keagamaan, agenda ini dikemas dengan menggabungkan permainan yang mengasah daya konsentrasi anak serta menambah semangat dan motivasi untuk berpartisipasi pada kegiatan berikutnya.

"Kegiatan istighosah ini rencananya dilaksanakan di seluruh lembaga pendidikan Al-Qur'an Desa Watubonang dan kali ini bertempat di Masjid Nurul Fata,” katanya.

Pada kesempatan ini, ketua PAC IPPNU Badegan, Elva Reta Ayu Alviana menerangkan pentingnya penguatan dan keberlanjutan program kerja di tingkat Ranting.

"Harapan ke depannya, semoga kegiatan istighosah ini bisa terus dilaksanakan secara istiqomah dan tidak berhenti sampai sini saja, agar Pimpinan Ranting IPNU IPPNU semakin aktif dan lebih semangat dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan harapan terselenggaranya kegiatan sederhana yang mampu memperkuat spiritual anggota dan mendorong organisasi yang berkesinambungan.

"Semoga melalui kegiatan ini dapat menarik minat adik-adik yang hadir dan bisa mengajak teman-teman untuk bergabung di organisasi. Mudah-mudahan semakin banyak yang berpartisipasi, berproses, dan ikut berkontribusi dalam organisasi. Ranting merupakan ujung tombak organisasi, selama kegiatan disana bisa berjalan, Insya Allah organisasi tetap abadi hingga akhir nanti,” pungkasnya.


Penulis: Azis Sulistyo

Editor: Nadin Firdausy

Posting Komentar

0 Komentar