
Ket. Foto: Sesi Penyampaian Materi oleh Narasumber (MCPNU Ponorogo)
Kota, MCPNU Ponorogo
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Ponorogo sukses menggelar Ngaji Real Talk. Acara ini betempat di Gedung Graha PCNU pada Ahad (01/03/2026). Kegiatan ini mengusung tema 'Meneguhkan Spiritualitas Tanpa Kehilangan Jati Diri' dengan acara talkshow oleh Ust. Ahmad Khoirul Muttaqin (pengasuh Pondok Pesantren Tartilul Qur'an Ad-Dasuki).
Ketua Pelaksana Ngaji Real Talk, Ahmad Rifai mengatakan, tema tersebut dipilih karena relate dengan urgensi kebutuhan pelajar NU saat ini.
"Kondisi anak muda saat ini yang masih mencari jati diri harus disesuaikan dengan aturan spiritual yang sudah dijalankan oleh pendahulu kita menjadi dasar penetapan tema kegiatan ini," katanya.
Rifa'i menjelaskan tujuan diadakan agenda ini yaitu untuk memperingati harlah IPNU ke-72 dan IPPNU ke-71 oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Ponorogo. Selain itu, kegiatan ini sebagai upaya agar pelajar NU bisa membaca realita kehidupan bagi kaum generasi Z.
"Kegiatan ini sebagai momentum peringatan hari lahir IPNU dan IPPNU yang bertepatan pada tanggal 24 Februari dan 2 Maret. Ngaji Real Talk menjadi wadah bagi kader IPNU-IPPNU ponorogo untuk menambah wawasan dan memperkuat pedoman hidup yang selaras dengan ajaran agama Islam," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Muzakki Rhenaldi Habibina, Ketua PC IPNU Ponorogo berharap dengan terselenggaranya acara ini dapat menguatkan sisi keagamaan pelajar yang nantinya berdampak terhadap cara pandang dan aksi nyata kemajuan organisasi.
"Kegiatan ngaji Real Talk dan peringatan Harlah IPNU IPPNU harapannya dapat membangun kesadaran kolektif kader pelajar NU untuk semakin meneguhkan spiritualitas sebagai pondasi gerakan. Spiritualitas yang dimaksud bukan hanya dalam aspek ritual, tetapi tercermin dalam integritas moral, etika kepemimpinan, dan komitmen perjuangan organisasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Habib menegaskan bahwa agenda ini menjadi sarana pelajar untuk merenungi usaha apa saja yang telah diberikan bagi organisasi.
"Momentum harlah ini diharapkan menjadi refleksi sekaligus proyeksi. Refleksi atas perjalanan panjang IPNU-IPPNU dalam mengawal kaderisasi pelajar, serta proyeksi untuk melahirkan kader yang adaptif, intelektual, dan berkarakter Aswaja An-Nahdliyah di tengah dinamika zaman," terangnya.
Habib memberikan pesan kepada seluruh kader IPNU-IPPNU untuk berpegang teguh dalam menjaga nilai-nilai kegamaan sehingga mampu berpikir dan bersikap dengan tepat.
"Keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas harus terus dijaga. Jadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai landasan berpikir dan bertindak, serta jadikan organisasi sebagai ruang belajar, berproses, dan mengabdi. Kader IPNU-IPPNU harus mampu menjadi pelajar yang religius, progresif, serta memiliki jati diri yang kuat. Jangan kehilangan arah di tengah arus modernitas, terlebih lagi kehilangan semangat belajar dalam bingkai tradisi. Sejatinya, masa depan organisasi ditentukan oleh kualitas kader hari ini," pungkasnya.
Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Ketua Majelis Alumni IPNU Ponorogo, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Ketua Tanfidziyah PCNU Ponorogo Pimpinan Anak Cabang (PAC) & Pimpinan Komisyariat (PK).
Penulis: Erick Reza Hendrawan
Editor: Nadin Firdausy
0 Komentar