Bentuk Respons Isu Doom Scrolling, PC IPNU-IPPNU Ponorogo Gelar SELA

 

Ket. Foto: Dokumentasi bersama usai Kegiatan SELA  (MCPNU Ponorogo)

Kota, MCPNU Ponorogo

Badan Student Research Center (BSRC) dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ponorogo menggelar Serambi Elaborasi Lintas Generasi (SELA). Kegiatan mengusung tema ‘Doom Scrolling: Kebiasaan Buruk atau Pelarian kita?’ yang berlangsung di Graha PCNU Ponorogo pada Ahad, (27/09/2026). 

Ketua PC IPNU Ponorogo, Muzakki Rhenaldi Habibina, menggarisbawahi pentingnya sikap selektif dan responsif terhadap berbagai konten yang bermunculan di media sosial.

“SELA merupakan forum seminar dan diskusi yang menjadi bentuk implementasi dari visi kepengurusan, yakni mencetak cendekiawan muda yang berdaya dan berkelanjutan. Harapannya sebagai pelajar dan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi mampu berpikir kritis dalam menyikapi berbagai fenomena yang berkembang di tengah masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menerapkan batasan dan skala prioritas dalam berselancar di dunia maya.

“Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial, pelajar dan mahasiswa dituntut untuk semakin melek digital serta bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai penggunaan media sosial, justru membuat terbawa arus hingga kehilangan kontrol terhadap pola pikir, waktu, dan perilaku diri sendiri," ungkapnya.

Habib menegaskan literasi digital diperlukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif dari doom scrolling.

“Tema yang diangkat dalam agenda SELA dinilai sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan, inspirasi, dan motivasi untuk lebih kritis serta bijak dalam mengelola penggunaan media sosial, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan tidak justru mengendalikan kehidupan penggunanya," jelasnya.

Ket. Foto: Penyerahan Kenang-kenangan kepada Narasumber (MCPNU Ponorogo)

Faezal Muhammad Nur, Direktur BSRC dan pada acara ini bertugas sebagai koordinator divisi kegiatan sekaligus moderator, menyampaikan esensi dari terselenggaranya kegiatan SELA sebagai langkah awal bertukar pikiran dan menambah wawasan dari sudut pandang psikolog dan akademisi.

“Tujuan acara ini untuk memberi ruang diskusi bagi pemuda, pelajar, dan santri mengenai berbagai isu sehari-hari yang dekat dengan kehidupan, salah satunya doom scrolling," terangnya.

Pada sesi materi yang menghadirkan narasumber, Walida Asitasari, Dosen Psikologi UIN Ponorogo menyebut penyebab timbulnya kebiasaan doom scrolling di era serba digital. Pada masa ini, semua orang mengandalkan keterhubungan secara online menggunakan platform, berbeda dengan era tradisional yang membutuhkan kehadiran fisik. Fenomena ini berkaitan dengan pelepasan dopamin yang menciptakan lingkaran kecanduan (loop) dalam setiap gulir layar.

“Doom scrolling terjadi karena otak terus berusaha mencari jawaban atas ketidakpastian yang tidak kunjung berakhir," pungkasnya.

 

Penulis: Erick Reza Hendrawan

Editor  : Nadin Firdausy

Posting Komentar

0 Komentar